PTIK Pertemuan 14
|
Nama |
: Andika Callas |
|
Kelas |
: 17.1A.07 |
TECHNOPRENEURSHIP
(Pertemuan 14)
Rangkuman
Konsep Kewirausahaan
Wira usaha mampu mengambil resiko untuk
menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang untuk menciptakan usaha
baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yan di Kelola
berkembang menjadi besar .
Ciri ciri kewirausahaan menurut Scarborough
dan Zimmerer :
·
Desire for responsibility
·
Preference for moderate risk
·
Confidence in their ability to success
·
Desire for immediate feedback
·
High level of energy
·
Future orientation
·
Skill at organizing
·
Value achievement over money
Proses Kewirausahaan
Proses untuk mengembangkan usaha baru terjadi
pada proses kewirausahaan yang dimana seorang pengusaha harus menemukan,
mengevaluasi, dan mengembangkan sebuah peluang
ada empat fase dalam proses kewirausahawan
yaitu :
1. Identifikasi
dan evaluasi Peluang, seorang pengusaha harus melihat, dan memiliki ketajaman
untuk mengidentifikasi suatu peluang yang potensial.
2. Pengembangan
rencana bisnis, rencana bisnis yang baik adalah mengembangkan suatu peluang dan
menentukan sumber daya yang diperlukan, serta mengelola usaha baru dengan
sukses.
3. Penetapan
sumber daya, seorang pengusaha harus mampu menentukan sumber daya apa yang akan
digunakan dan memanfaatkan peluang yang ada.
4. Manajemen
perusahaan, harus bisa mengimplementasi gaya dan struktur manajemen serta harus
bisa menentukan variabel-variabel kunci kesuksesan sehingga apappun masalah
yang dihadapi bisa segera diselesaikan.
Technopreneur
Technopreneur merupakan kata yang sudah tidak
asing lagi kita dengar. Terutama bagi mereka yang kehidupannya lebih banyak
bergantung di dunia teknologi. Berdasarkan definisinya, technopreneur adalah
penggabungan antara pemanfaatan teknologi dengan konsep entrepreneur
(wirausaha).
Menurut Daniel Mankani (2003) menyatakan bahwa
“Technopreneur adalah orang-orang yang mengidentifikasi masalah dan
memanfaatkan kesempatan. Ada dua karakter yaitu :
a. Melakukan
hal-hal yang tidak mencari keuntungan semata
b. Merasa nyaman
bekerja dengan menggunakan teknologi
Technopreneurship adalah bentuk semangat dan
keberanian sesorang untuk melakukan usaha-usaha berbasis teknologi secara
mandiri. Technopreneurship bersumber dari invensi dan inovasi. Invensi adalah
sebuah penemuan baru yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan dan Inovasi
adalah proses adopsi sebuah penemuan oleh mekanisme pasar.
Kepribadian Technopreneur
Orang yang keinginan berprestasinya tinggi
akan bekerja lebih keras dalam keadaan bagaimanapun, aslkan ada kesempatan
untuk mencapai sesuatu. Dia tertarik kepada imbalan uang atau keuntungan
terutama karena merupakan umpan balik yang dapat mengukur pencapaian hasil dari
pekerjaannya. Uang bagi entrepreneur yang sejati bukanlah sebagai
perangsang berusaha, tetapi lebih merupakan ukuran keberhasilannya. (Sumber
kutipan:Krisna R. Purnomo, 1994,hal. 11)
McCleland merinci karakteristik mereka yang
memiliki konsep need for achievement (N-Ach) yang tinggi, sebagai berikut:
a. Lebih menyukai
pekerjaan dengan resiko realistik
b. Bekerja lebih
giat pada tugas-tugas yang memerlukan kemampuan mental
c. Tidak menjadi
bekerja lebih giat dengan adanya imbalan uang
d. Ingin bekerja
pada situasi yang dapat diperoleh pencapaian pribadi (personal achievement)
e. Menunjukkan
kinerja yang lebih baik dalam kondisi yang memberikan umpan balik yang jelas
dan positif
f.
Cenderung untuk berpikir ke masa depan dan
memiliki pemikiran untuk jangka Panjang
Karakter Pembentuk Technopreneur
Spirit dan karakter technopreneur dibentuk
oleh 3 komponen utama pembentuk, yaitu Intrapersonal, Interpersonal dan
Extrapersonal. Intrapersonal dan Interpersonal adalah merupakan komponen dari
faktor soft skill, sedangkan Extrapersonal adalah berhubungan dengan kemampuan
untuk mampu memberdayakan kedua komponen soft skill tersebut agar mampu
diimplementasikan secara lebih meluas dampaknya.
Manfaat Pengembangan Technopreneur
Singapura adalah salah satu contoh negara yang
berhasil dalam membuat kebijakan menumbuhkan basis technoprenurnya. Empat puluh
lima tahun yang lalu, Singapura adalah negara kecil di Asia yang miskin. Dua
puluh tahun kemudian, pemerintah mulai berkampanye untuk menarik perusahaan MNC
berteknologi tinggi, dengan insentif pajak, tenaga kerja terdidik, dan program
infrastruktur yang mengagumkan.
Manfaat dari segi sosial diantaranya adalah
mampu membentuk budaya baru yang lebih produktif, dan berkontribusi dalam
memberikan solusi pada penyelesaian masalahmasalah sosial. Manfaat dari segi
lingkungan antara lain adalah:
1. Memanfaatkan
bahan baki darisumber daya alam Indonesia secara lebih produktif.
2. Meingkatkan
efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumber daya energi.
Peranan pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam
Mengembangkan Spirit Technopreneur
Pemerintah sebagai regulator diharapkan
mempunyai peran untuk menumbuhkan dan mendukung kultur technopreneur dalam
aktivitas pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini adalah penentu Grand Strategy
tentang “hendak kemana Knowledge Based Economic (KBE) Indonesia ini akan
diarahkan untuk mencapai daya saing. Sedangkan perguruan tinggi harus mampu
menterjemahkan Grand Strategy tersebut ke dalam Renstra dan Renop yang tepat,
termasuk penciptaan kultur akademis yang mendukung berkembangnya spirit
technopreneur
Kiat Sukses Technopreneur.
a. Riset pasar
Hampir semua bisnis membutuhkan riset pasar
untuk menentukan feasibility suatu produk atau jasa. Riset pasar juga memberi
keuntungan lebih bagi calon technopreneur sehingga mengetahui persoalan apa
yang akan dipecahkan dalam masarakat. Setelah itu hasil riset pasar diwujudkan
menjadi sebuah produk yang benarbenar dibutuhkan oleh masyarakat.
b. Differensiasi
produk
Produk yang dibuat harus memiliki keunikan dan
keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk lain yang ada di pasaran. Kalau anda
memilih untuk jadi blogger, usahakan konten blog anda benar-benar tidak biasa
sehingga orang berbondongbondong untuk membaca setiap update terbaru blog anda.
c. Tentukan pangsa
pasar
Menentukan pangsa pasar juga turut berpengaruh
pada kesuksesan anda. Seorang tehnopreneur harus menentukan akan main di pangsa
pasar yang mana. Hal itu untuk memudahkan spesifikasi produk dan juga saat
menentukan harga jual.
d. Tes pasar
Setelah produk anda selesai, sebelum anda
melempar produk tersebut ke publik. Ada baiknya bila anda melakukan tes pasar
terlebih dahulu. Hal tersebut untuk menguji apakah produk tersebut bakal
diterima oleh orang banyak atau tidak. Tes produk juga merupakan saat terbaik
untuk mendapatkan feedback tentang kekurangan yang ada pada produk kita.
Makanya technopreneur harus membuat komunitas yang solid sebagai tempat tes
produk.
e. Terus
berinovasi
Bila produk tersebut sudah laris manis di
pasaran, maka jangan pernah berhenti berinovasi untuk membuat produk tersebut
semakin unggul dan mempunyai additional. value bagi masyarakat. Tengoklah
Facebook meskipun mereka merupakan rajanya sosial media namun mereka tidak
pernah berhenti berinovasi
Pendidikan TI Berbasis Technopreneurship
Pendidikan TI berbasis Technopreneurship memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Memberikan
kontribusi kongkret dalam mensiasati masalah pengangguran intelektual di
Indonesia.
2. Mengembangkan
spirit kewirausahaan di dunia perguruan tinggi.
3. Meminimalisir
gap antara pemahaman teori dan realita praktek dalam pengelolaan bisnis.
Comments
Post a Comment